Rabu, 21 Mei 2014

Langkah-Langkah Mendigitasi Peta di software ArcGIS




Bagaimana kabar anda semua ? Sehat dan semangat kah ? 
Pada postingan berikut, saya akan berbagi ilmu dengan anda semua tentang bagaimana cara mendigitasi peta pada software ArcGIS buat pemula. Jika anda masih kurang mengerti bisa ditanyakan lebih lanjut.


1. Langkah pertama untuk memulai digitasi peta adalah kita harus melakukan registrasinya terlebih dahulu. Mengapa kita harus melakukan register peta karena kita tidak akan bisa melakukan digitasi jika file yang dimasukkan masih jpeg. Silakan buka ArcMap>Buka ArcToolbox window>Data Management tools>Projection and Transformations>Define Projection. Pada kotak define projection inputkan peta yang akan dilakukan register dan juga cantumkan coordinat system. Coordinat system yang digunakan adalah GCS_WGS_1984


2. Kemudian langkah selanjutnya adalah kita menentukan koordinat dari tiap-tiap masing sudut peta dengan tujuan membuat tampilan peta sesuai dengan koordinat aslinya. Masukkan koordinat bujur timur, bujur barat dan lintang selatan dan lintang utara yang tertera di peta pada setiap sudut (4sudut) ke dalam peta. Langkahnya adalah seperti berikut. Klik toolbar seperti di lingkaran di gambar>arahkan ke sudut peta yang terdapat sumbu kooordinat>klik kiri dan klik kanan tanpa menggeser mouse>lalu pilih input DMS>masukan koordinat yang ada di sudut peta ke kotak yang disediakan>Ok>Rectify>save dalam bentuk .img


3. Remove  peta yang berformat jpg tadi lalu panggil peta yang sudah di register sebelumnya (.img) menggunakan Add Data.
4. langkah berikutnya adalah kita membuat layer layer yang akan didigitasi. Silakan buka ArcCatalog>Klik kanan>New>Shapefile

5. Kemudian akan muncul dialog box create new shapefile. Masukkan name dengan jalan arteri atau dengan nama yang dikehendaki dan feature type nya pilih Polyline karena Jalan menggunakan digitasi line>klik Edit>klik select>Geographical Coordinat SystemWorld>WGS1984.prj>klik Add>OK.
. Untuk feature type sendiri ada 3 macam yang sering digunakan. Polygon untuk medigitasi bentuk seperti kabupaten atau danau. Polyline mendigitasi bentuk seperti sungai maupun jalan. Point untuk mendigitasi bentuk seperti kota, tempat wisata, bandara, dll.


6. Selanjutnya pada dialog box spatial reference akan muncul name dan details seperti gambar berikut, hal ini menunjukkan sistem koordinat referensi spasial yang digunakan adalah WGS 1984 > Kemudian klik OK.

7. Close Jendela ArcCatalog. Selanjutnya klik Add Data menggunakan tombol seperti pada gambar>buka folder shapefile yang ingin digitasi>pilih file yang akan didigitasi>Klik Add.
8. Untuk mengedit  nama layers klik 2 kali di nama layers. Untuk merubah warna dan jenis serta ketebalan garis dapat dilakukan dengan double click simbol jalan arteri.shp>pilih arterial street (atau sesuai selera anda)>klik OK.
9. Setelah selesai mengedit simbol, langkah selanjutnya adalah mulai melakukan digitasi. Klik Editor>Start Editing>tools editor akan aktif>Klik Sketchtool dengan gambar pensil yang telah aktif. Mulai digitasi dengan mengklik sesuai layer pada peta. Setelah semua jalan arteri di-digitasi, klik kembali tombol editor>save edits
10. Hasil akhir digitasi jalan arteri akan seperti gambar berikut ini:
11. Ulangi langkah-langkah diatas untuk mendigitasi jalan tol, jalan kolektor, kabupaten dan fasilitas umum dan lainnya. Hasil akhir digitasi peta Sulawesi tengah akan seperti gambar berikut:

Sekian tutorial cara mendigitasi peta. Semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih

 


3 komentar:

  1. gan saya punya shp proyeksix utm datum 1984,saat sy buka skalax tidak nyambung (skala 1:7).itu kenapa y gan,padahal proyeksinya udah benar..
    mohon pencerahan 😊

    BalasHapus
  2. sangat membantu gan untuk menambah pengetahuan mengenai digitasi peta dengan arcgis :) tambah lagi gan tutorial lainnya biar sering mampir

    mampir gan diblog saya :https://hendi.mahasiswa.atmaluhur.ac.id/
    dan website kampus saya di : http://www.atmaluhur.ac.id/

    BalasHapus
  3. Terimakasih kak atas artikel gis nya
    Perkenalkan nama saya sofian sabudin dari kampus ISB atma luhur.

    BalasHapus